Berdua, Meski Tak Sering
BERDUA difoto tak sering kami lakukan. Bagaimana bisa sering, wong aku bekerja di Surabaya, istri dan anak-anak di Solo. Pulangku ke Solo setiap Kamis, di rumah pun hanya sehari.
Tapi, bagi kami berdua, jarak bukan soal. Meski terpaut jarak sekitar 272 km, komunikasi kami sangat-sangat lancar sekali. Setiap saat kami biasa saling ber-SMS atau saling kontak memakai ponsel.
E-mail dan chating? Wah, nggaklah. Pegang mouse komputer saja istriku nggak bisa, kok! (Tapi cari duit, pintar luar biasa! Buktinya, dia punya warung makan dengan 15 orang pekerja. Namanya tentu engkau sudah tahu : Warung Selat Mbak Lis).
Saling kirim SMS dan menelepon, bisa sampai puluhan kali dalam sehari. Bahkan kadang-kadang istriku kirim SMS atau menelepon tak kenal waktu : dini hari, tengah malam, atau saat aku rapat pagi maupun rapat sore di kantor.
(Bagiku, komunikasi dengan istri sama pentingnya dengan bekerja. Maka, kapan pun dia menelepon, termasuk ketika aku sedang rapat, pasti aku mengangkat ponsel. Dari nada dering spesialnya –tanpa melihat nama yang muncul di layar ponsel– aku tahu bahwa "Pemred Warung Selat Pos" menelepon dari Solo ke Surabaya, dan harus diangkat…).
Yuhuiii…romantisnya rek…Kalau aku punya suami wartawan, mana tahan Pak Jun. Eeehh…pikir2 berarti aku punya suami hebat juga. Istrinya pulang malam cuek aza tuh…Yah, kita termasuk orang beruntung ya pak…