Archive for September, 2008

Ryan Disunat, Demi Kesehatan

ANAK bungsu saya, Ryan, 12 tahun, disunat di tempat praktik seorang dokter-umum di Solo, Senin (22/9/2008) sore. Bukan sebuah peristiwa yang penting atau istimewa. Karena, sebagaimana dicatat dalam Alkitab, yaitu 1 Korintus 7 :19, ‘Sunat tidak penting, dan tidak bersunat juga tidak penting….’.

Kalaupun kemudian ada yang terlihat penting, itu karena beberapa jam setelah Ryan disunat, istri saya sepanjang Senin (22/9) malam sampai Selasa (23/9) dini hari tidak bisa tidur nyenyak. Dia berkali-kali terbangun gara-gara rengekan anak kami yang bernama lengkap Delvaryan Ilham Kurniawan itu, yang merasa perih pada “burung”-nya.

Karena saat Ryan sunat saya sedang bekerja seperti biasa di Surabaya, maka istri saya membagi kerepotannya dengan saya melalui ponsel. Dia dari Solo terus-menerus mengirim SMS —kami sengaja tak berbicara di ponsel, agar tak mengganggu Ryan— sampai Selasa (23/9) dini hari.

Kemudian, Selasa (23/9) pagi sekira pukul 10.00 WIB, istri saya mengabarkan bahwa dirinya baru saja mengantar Ryan kontrol ke dokter yang menyunat anak ketiga saya tersebut. Hingga tiga-empat hari mendatang, istri saya mesti pulang-pergi ke tempat praktik sang dokter, demi kesehatan Ryan, anak saya yang kelas I SMPN 22 Solo ini.

(Seperti halnya saat berangkat sunat, selama mengantar kontrol Ryan, istri saya ditemani Saudara Edy Cahyono dan istrinya, Saudari Shinta Edy Cahyono, Saksi-Saksi Yehuwa dari Sidang Solo Selatan. Dokter yang menyunat Ryan, dr Haryono, merupakan kenalan keluarga Cahyono).

Benar, demi kesehatan. Karena, menurut sebuah referensi, tujuan utama dari bersunat adalah membersihkan dari berbagai kotoran dan penyebab penyakit yang mungkin melekat pada ujung penis atau zakar yang masih ada kulupnya. Ketika bersunat, kulup yang menutupi jalan ke luar urine dibuang, sehingga kecil kemungkinan kotoran menempel atau berkumpul pada ujung penis jadi. Sebab, penis menjadi lebih mudah dibersihkan.

Sunat juga dapat menghindari timbulnya berbagai penyakit seperti fimosis, parafimosis, kandidiasis, dan tumor ganas maupun pra ganas pada daerah alat kelamin laki-laki. Terbukti pula, penis laki-laki yang disunat lebih higienis sehingga pada masa tua kelak laki-laki —termasuk Ryan, anak ragil saya— lebih mudah merawatnya.

Arsip Assessment di Novotel Surabaya …

Langka. Bertemu Kawan-kawan lama, di Jakarta