Hujan Kepagian di Surabaya
HARI Rabu (19/11/2008) pagi, belum lagi pukul 09.00 WIB, hujan telah mengucur deras di Surabaya, Jawa Timur. Mendung hitam bergelayut tebal. Kantor saya gelap gulita, bak sedang oglangan alias ‘mati lampu PLN’.
Batal rencana saya pergi ke kawasan pertokoan di Jagalan, Surabaya, untuk membeli lampu ultraviolet pesanan istri saya. Ukuran dan model lampu yang vital untuk mengecek keaslian uang di warung istri saya ini sulit dicari karena merupakan produk lama.
Saya sudah mengubek-ubek hampir semua toko lampu dan alat listrik di Kota Solo (kota tempat tinggal keluarga saya) tetapi ternyata tidak ada yang menjual. Karena itulah saya berniat membeli di Surabaya (kota tempat saya bekerja).
Saya berharap bisa memperolehnya di toko lampu dan alat listrik di Jagalan, karena diberitahu orang bahwa di sana ada toko-toko lawas yang mungkin masih punya stok lampu ultraviolet tipe yang saya cari tersebut. Namun ternyata hujan deras membatalkan rencana saya pergi ke kawasan pertokoan di Jagalan.
Catatan :
Foto di atas adalah suasana belakang kantor saya saat hujan Rabu (19/11/2008) pagi. Bukan pemandangan di vila-vila dan perumahan di sebuah pegunungan atau perbukitan.

Wah isoke, pakdhe (dudu pakde)jun iki. padune ben ora diseneni budhe jun mergo ora iso tuku lampu kanggo nerawang duit. Sing jelas buktine wis komplit.